Halo reader, kali ini saya akan
mengulas tentang tren inovasi masa kini (Tahun 2016) yaitu Big Data Teknologi ini sudah ada pada tahun 2015, namun di tahun
2016 akan menjadi tren karena adanya peningkatan fitur. Memang ada banyak teknologi
yang sedang berkembang, dan tak bisa di bendung, namun kesempatan ini saya akan
mendetail seputar Big Data.
Sabtu, 29 Oktober 2016
Sabtu, 15 Oktober 2016
Kerjasama / Team Work
Pengertian kelompok menurut beberapa
ahli:
- Menurut Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
- Menurut Merton, kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran.
- Menurut Achmad S. Ruky, Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi) antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok.
- Menurut Muzafer Sherif, Kelompok adalah kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu.
- Menurut De Vito (1997) : kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.
Karakteristik kelompok
- Punya 2 orang atau lebih dalam interaksi sosial baik verbal atau non verbal
- Harus punya pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok
- Mempunyai struktur hunungan yang stabil sehingga dapat menjadi anggota kelompok secara bersama dan berfugsi
- Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama
- Individu yang tergabung dalam kelompok saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompok
Tahapan Pembentukan Kelompok
Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan tahun
1965. Salah satu model perkembangan kelompok yang paling banyak digunakan
mengonsumsikan bahwa kelompok-kelompok berkembang melalui lima tahap
perkembangan:
- Tahap pembentukan (forming) Tahap ini ditandai oleh adanya ketidakpastian (dan seringkali juga kebingungan) mengenai sasaran, struktur, dan kepemimpinan kelompok.
- Tahap konflik (Storming) Tahap konflik dalam perkembangan kelompok cenderung ditandai adanya konfrontasi. Biasanya merupakan tahap yang emosional, dimana muncul kompetisi antar anggota kelompok demi mendapatkan penugasan yang diharapkan dan perselisihan pendapat mengenai perilaku-perilaku terkait tugas dan tanggung jawab.
- Tahap pembentukan norma (Norming) Tahap normalisasi ditandai dengan adanya kinerja kerjasama dan kekompakan. Tahap ini merupakan tahap dimana kohesivitas kelompok mulai berkembang secara signifikan.
- Tahap Penunjukkan Kinerja (Performing) Pada tahap ini sering kali menjadi tahap terakhir. ialah tahap saat kelompok menunjukkan kinerjanya. Tahap pembentukan kinerja ini adalah tahap saat kelompok berfungsi sepenuhnya. Struktur kelompok telah ditetapkan, dan setiap anggota memahami dan menerima perannya masing-masing.
- Tahap Pembubaran (Adjourning) Tahap pembubaran merupakan tahap berakhirnya aktivitas kelompok.
Kekuatan Team Work
Apabila kelompok melaksanakan tugas operasional, mereka
bertindak sebagai sebuah tim dan berusaha mengembangkan suasana kerja sama yang
disebut tim kerja. Bila diperlukan membedakan kedua jenis tim, maka tim
perusahaan yang bersifat menyeluruh disebut tim lembaga, dan yang lebih kecil
disebut tim tugas atau tim operasional. Tim operasional adalah kelompok kecil
kooperatif yang berhubungan secara regular yang melakukan tindakan
terkoordinasi dan anggotanya melakukan tugas dengan bertanggung jawab dan antusias.
Jenis tim kerja yang tulus seperti ini memudahkan pekerjaan dan umumnya
meningkatkan kepuasan kerja.
Unsur-unsur Tim yang Efektif :
- Lingkungan yang sportif Kerja tim paling besar kemungkinannya berkembang apabila pimpinan menciptakan lingkungan yang sportif baginya. Tindakan suportif membantu kelompok mengambil langkah pertama yang diperlukan untuk membina kerja tim.
- Kejelasan peran Kelompok hanya dapat bekerja sama sebagai satu tim apabila semua anggotanya memenuhi peran sesama anggota yang lain dengan siapa mereka akan berinteraksi.
- Tujuan tinggi anggung jawab utama para manager adalah berusaha menjaga anggota tim agar tetap berorientasi pada tugas mereka secara menyeluruh. Akan tetapi, adakalanya kebijaksanaan organisasi, keperluan pencatatan, dan sistem imbalan memilah upaya individu dan tidak mendorong kerja tim.
- Kepemimpinan yang sesuai Sebagian tim tugas menunjukkan kurva prestasi serupa dengan daur hidup produk-awal tentatif, tahap pertengahan yang produktif, dan berangsur-angsur menurun setelah beberapa tahun. Para anggota memerlukan waktu untuk saling mengenal, tetapi kemudian mereka mungkin menutup diri terhadap cara baru mengkaji masalah saat semakin terisolasi pada lingkungan mereka. untuk mencegah stagnasi ini, mereka mungkin memerlukan anggota baru dan penyesuaian kepemimpinan secara seksama dengan lingkungan yang sekarang. Manfaat dan Fungsi Tim Kerja Richard Y. Chang & Mark J. Curtin (1998) menyatakan manfaat tim bagi individu dan tim bagi organisasi, yaitu:
a). Manfaat tim bagi individu
- Pekerjaan lebih bervariasi
- Lebih banyak kebebasan untuk membuat dan menindaklanjuti keputusan yang benar
- Meningkatkan kesempatan untuk mempelajari keahlian baru
b). Manfaat tim bagi organisasi
- Meningkatkan komitmen terhadap keputusan yang diambil
- Meningkatkan produktivitas tim kerja
- Lebih fleksibel dalam operasional kerja
- Meningkatkan rasa tanggung jawab
Point Team Work:
- Sama-sama dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan
- Sama-sama bekerja bukanah team work, itu adalah kerja individual
- Filosofi = “Saya mengerjakan apa yang anda tidak bisa”
- Mencapai target bersama
- Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota
- Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team.
Komunikasi
Definisi komunikasi
Komunikasi atau communicaton
berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communico, communicatio
atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Secara sederhana
komuniikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan
orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan
kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on
our ability to understand one another).
Komunikasi adalah "suatu
proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan
masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan
lingkungan dan orang lain".
Pada umumnya, komunikasi
dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah
pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya,
komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan,
menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala,
mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Komunikasi mengandung unsur:
- Sebagai kegiatan seseorang untuk mengerti
- Sebagai sarana pengendalian informasiSebagai sistem bagi terjalinnya komunikasi diantara individu-individu
Manusia berkomunikasi untuk
membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk
bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa
interaktif, komunikasi transaktif|transaktif, komunikasi bertujuan|bertujuan,
atau komunikasi tak bertujuan|tak bertujuan.
Jenis Komunikasi
- Komukasi Lisan (Bicara)
-
Secara Langsung
Dilakukan dua orang atau lebih secara langsung dan
tidak ada jarak peralatan yang membatasi mereka.
Contoh: wawancara, rapat berpidato
-
Tidak Langsung
Dilakukan dengan perantara seperti telepon, handphone,
voIP, dan lain sebagainya…
- Komunikasi Tulisan
Dilakukan dengan perantara dan dengan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh
penerima. Contoh: surat menyurat, sms, surat elektronik, dan sebagainya. Dapat
melalui naskah yang kompleks. Contoh: buku, surat kabar, majalah, spanduk,
iklan, dan sebagainya.
Selain itu,
jenis komunikasi dibagi menjadi 3, yaitu:
-
Formal vs Informal
-
Komunikasi ke bawah vs komunikasi ke atas vs
komunikasi lateral
-
Satu arah dan dua arah
Komunikasi Efektif
Komunikasi dikatakan efektif jika
mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang lain. Menurut
Mc. Crosky Larson & Knapp mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat
dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling tinggi derajatnya antara
komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi.
Proses Komunikasi
Secara ringkas, proses
berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut:
- Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
- Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
Media (channel) alat yang menjadi
penyampai pesan dari komunikator ke komunikan:
- Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
- Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
Kamis, 06 Oktober 2016
Perbedaan SI (Sistem Informasi) dan TI (Teknologi Informasi)
Halloo reader! Kalau anda
memasuki halaman blog ini, selamat! Anda termasuk orang yang penasaran dengan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi sama seperti saya, hehe… Sebelumnya aku mau cerita
boleh kann? Awalnya masuk dunia ilmu komputer secara ga sadar lhoo, terlebih
karena aku cewek :'' hiks, apa nyabungnya ya? Apalagi untuk kamu yang merasa cewek harus
sering-sering ketemuan tuh sama logika komputer, logika cewek aja susah di
mengerti :’( haha. Eits?! Tapi jangan salah… Karena penyesalan itulah akhirnya
aku merasa dapet kutukan rasa cinta pada dunia teknologi informasi, apalagi
ketika udah mengetahui posisi teknologi di bumi yang kita tempati ini.
Rabu, 15 Juni 2016
Desa Legetang yang pernah hilang
Legetang yang hilang
Kisah ini sudah lama, tetapi banyak yang belum
mengetahuinya. Kisah ini hendaknya menjadi ibroh (Pelajaran), bahwa apabila
suatu daerah bermaksiat semua, bisa jadi Allah akan mengazabnya secara langsung.
أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الأرْضَ فَإِذَا هِيَ
تَمُورُ
“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang dilangit bahwa
Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi
itu bergoncang?” (QS Al Mulk 67: 16).
Dukuh Legetang adalah sebuah daerah di lembah pegunungan
Dieng, sekitar 2 km ke utara dari kompleks pariwisata Dieng Kabupaten
Banjarnegara. Dahulunya masyarakat dukuh Legetang adalah petani-petani yang
sukses sehingga kaya. Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan
pertanian menghiasi dukuh Legetang. Misalnya apabila di daerah lain tidak panen
tetapi mereka panen berlimpah. Kualitas buah/sayur yang dihasilkan juga lebih
dari yang lain. Namun barangkali ini merupakan “istidraj” (disesatkan Allah
dengan cara diberi rizqi yang banyak dan orang tersebut akhirnya makin
tenggelam dalam kesesatan).
Masyarakat dukuh Legetang umumnya ahli maksiat dan bukan
ahli bersyukur. Perjudian disana merajalela, begitu pula minum-minuman keras
(yang sangat cocok untuk daerah dingin). Tiap malam mereka mengadakan pentas
Lengger (sebuah kesenian yang dibawakan oleh para penari perempuan, yang sering
berujung kepada perzinaan). Anak yang kawin sama ibunya dan beragam kemaksiatan
lain sudah sedemikian parah di dukuh Legetang.
Pada suatu malam turun hujan yang lebat dan masyarakat
Legetang sedang tenggelam dalam kemaksiatan. Tengah malam hujan reda. Tiba-tiba
terdengar suara “buum”, seperti suara benda yang teramat berat berjatuhan. Pagi
harinya masyarakat disekitar dukuh Legetang yang penasaran dengan suara yang amat
keras itu menyaksikan bahwa Gunung Pengamun-amun sudah terbelah (bahasa
jawanya: tompal), dan belahannya itu ditimbunkan ke dukuh Legetang.
Dukuh Legetang yang tadinya berupa lembah itu bukan hanya
rata dengan tanah, tetapi menjadi sebuah gundukan tanah baru menyerupai bukit.
Seluruh penduduknya mati. Gegerlah kawasan dieng… Seandainya gunung
Pengamun-amun sekedar longsor, maka longsoran itu hanya akan menimpa
dibawahnya. Akan tetapi kejadian ini bukan longsornya gunung.
Antara dukuh Legetang dan gunung Pengamun-amun terdapat
sungai dan jurang, yang sampai sekarang masih ada. Jadi kesimpulannya, potongan
gunung itu terangkat dan jatuh menimpa dukuh Legetang. Siapa yang mampu
mengangkat separo gunung itu kalau bukan Allah Tabaroka wata’ala?
Kini diatas bukit bekas dukuh Legetang dibuat tugu
peringatan. Ditugu tersebut ditulis dengan plat logam:
“TUGU PERINGATAN ATAS TEWASNJA 332 ORANG PENDUDUK DUKUH
LEGETANG SERTA 19 ORANG TAMU DARI LAIN-LAIN DESA SEBAGAI AKIBAT LONGSORNJA
GUNUNG PENGAMUN-AMUN PADA TG. 16/17-4-1955”
Allah Maha Besar.
Jika Anda dari daerah Dieng menuju ke arah (bekas) dukuh
Legatang maka akan melewati sebuah desa bernama Pakisan. Sepanjang jalan itu
Anda mungkin akan heran melihat wanita-wanitanya banyak yang memakai jilbab
panjang dan atau cadar. Memang sejak dulu masyarakat Pakisan itu masyarakat
yang agamis, bertolak belakang dengan dukuh Legetang, tetangga desanya yang
penuh dengan kemaksiatan. Ketika kajian triwulan Forum Komunikasi Ahlussunnah
wal Jamaah Kabupaten Banjarnegara bertempat di Pakisan, maka masyarakat Pakisan
berduyun-duyun ke masjid untuk mendengarkan kajian dari Ustadz Muhammad Umar As
Sewed. Ya, hampir semua masyarakat Pakisan aktif mengikuti kajian.
Wallahu a’lam bish shawab.
Keterangan dari Saksi Mata:
Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafidzahullah
berkata:
“Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga keinginan ana utk
mengunjungi Desa Ahlus Sunnah Dusun Kepakisan dan melihat Desa yang musnah
Dusun Lagetan.
Insya Allah banyak cerita hikmah yang akan ana bagi.
Diantaranya yang bisa ana sampaikan saat ini bahwa musnahnya Dusun Lagetan yang
dihuni oleh para pelaku syirik dan maksiat adalah benar adanya.
Pak Thoyib hafizhahullah [67 thn], sesepuh Ahlus Sunnah,
ketika itu berumur 11 tahun menceritakan dengan detail peristiwa tersebut.
Diantara kisah yang beliau sampaikan, bahwa antara Dusun
Lagetan dan Gunung yang jatuh menimpa mereka terdapat sebuah lembah, namun
anehnya tanah dari longsornya gunung tersebut tidak ada yang jatuh di lembah.
Dan lebih dahsyat lagi, di lembah itu ada sebuah batu besar
yang DISEMBAH oleh penghuni dusun. Batu tersebut terangkat ke atas dan
menggelinding di Dusun Lagetan, lalu menghancurkan semua yang ia lewati
termasuk manusia.
Batu besar tersebut berhenti di ujung dusun dan di
belakangnya penuh mayat bergelimpangan. Dan ternyata, kejadian seperti ini
bukan hanya sekali. Nantikan kisah selengkapnya, insya Allah ta’ala jika ada
waktu luang akan ana tulis lebih detail.
Alhamdulillah ta’lim dihadiri ratusan Ikhwan dan Akhwat
dari pegunungan Dieng dan sekitarnya. Agenda besok insya Allah setelah ta’lim
ba’da shubuh, ana akan diajak ke Telaga Warna dan Agrowisata, setelah itu
melihat desa yang musnah dan batu besar yang membinasakan penghuninya.
Nantikan juga insya Allah kisah “Amirul Mukminin” alias
Kepala Desa ini rahimahullah dan perannya yang sangat besar dalam membina
masyarakatnya menjadi masyarakat Islami tanpa harus merampas kekuasaan dan
memberontak kepada penguasa di atasnya.
Dengan taufiq dari Allah ta’ala pada akhirnya beliau
dipertemukan dgn Asatidzah Salafiyin sehingga tauhid dan sunnah, serta
adab-adab islami semakin tersebar. Insya Allah di desa ini kita tidak akan
melihat wanita membuka aurat di luar rumah.
Hikmah besar yang bisa dipetik adalah pentingnya mendakwahi
penguasa dan mendoakan mereka, bukan malah didemo, disebarkan aib-aibnya,
dilaknat atau didoakan kejelekan, sebab -seperti kata Salaf- baiknya penguasa
akan sangat berpengaruh bagi rakyatnya.”
Referensi:
Analisis Puisi Balada ibu yang dibunuh (WS. Rendra)
Balada Ibu yang Dibunuh
Ibu musang di lindung pohon tua meliang
Bayinya dua ditinggal mati lakinya.
Bualan sabit terkait malam memberita datangnya
Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.
Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas
nyawa.
Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa
Menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.
Membubung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba
Oleh lengking pekik yang lebih menggigitkan pucuk-pucuk daun
Tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.
Tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya
Ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula
dedaun tua.
Tiada tahu akan meraplah kolik meratap juga
Dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin tenggara
Lalu satu ketika di pohon tua meliang
Matilah anak-anak musang, mati dua-duanya.
Dan jalannya semua peristiwa
Tanpa dukungan satu dosa, tanpa.
Analisis:
W.S Rendra adalah satrawan Indonesia yang sebagian
puisi-puisi karyanya mudah sekali dipahami pembacanya. Sebut saja puisi
karyanya berjudul Balada Ibu Yang Dibunuh. Puisi ini menceritakan tentang induk
musang yang memperjuangkan hidup kedua anaknya hingga ia mati dibunuh warga.
Balada
Ibu Yang Dibunuh menggunakan bahasa konkrit yang komunikatif, seperti pada
larik “Ibu musang di lindung pohon tua meliang ; Bayinya dua ditinggal mati
lakinya”. Namun selain bahasa konkrit , Rendra juga menggunakan bahasa-bahasa
figuratif. Ini ditunjukkan pada larik “Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
; Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa ; Dan bayi-bayinya
bertanya akan bunda pada angin tenggara”.
Puisi
Balada Ibu Yang Dibunuh bertema tentang kehidupan dan pengorbanan seorang ibu.
Suasana terharu karena melihat seprang ibu yang berkorban untuk anaknya sampai
mati digambarkan olh W.S. Rendra dengan pilihan kata yang sangat apik. Nada
prihatin juga dapat dirasakan dalam puisi ini. Selain pilihan kata, Rendra
menggunakan simbol di dalam puisi ini, seperti pada larik “Bulan sabit terkait
malam memberita datangnya (bulan sabit menggambarkan tentang waktu malam) ; Dan
bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin tenggara (bertanya apada angin
tenggara disini menggambarkan tak ada jawaban).
Dalam
puisi Balada Ibu Yang Dibunuh ini, Rendra mencoba member sebuah amanat yaitu
Tumbuhkan rasa kasih saying pada siapapun. Pencitraan-pencitraan yang terdapat
dalam puisi ini sangat bermacam-macam, antara lain pencitraan perasaan yang
ditunjukkan pada larik “Dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin
tenggara”, pencitraan visual (penglihatan) pada larik “Ibu musang dilindung
pohon tua meliang ; Bayinya dua ditinggal mati lakinya”, dan pencitraan
pendengaran seperti pada larik “Membubung juga nyanyi kolik sampai mati
tiba-tiba”
Sedangkan puisi yang berjudul Sajak Putih karya Chairil
Anwar, hamper seluruh pilihan katanya menggunakan kata kiasan (bahasa
figuratif). Memang, sebagian besar puisi-puisi karya Chairil Anwar menggunakan
bahasa figuratif daripada bahasa keseharian. Puisi Sajak Putih ini menceritakan
tentang kesetiaan seseorang terhadap pasangannya hingga ajal menjemput mreka.
Jika puisi Balada Ibu Yang Dibunuh karya W.S. Rendra
mengangkat tema tentang kehidupan dan pengorbanan seorang induk musang, lain
halnya dengan Sajak Putih karya Chairil Anwar. Puisi karya Chairil Anwar ini
bertema cinta dan kesetiaan. Suasana yang tergambar pun juga jauh berbeda,
karena dalam puisi Sajak Putih suasananya senang dan bahagia yang bernada
kasmaran dan jatuh cinta.
Dalam puisi tersebut, Chairil juga menggunakan banyak
symbol-simbol, seperti misalnya pada larik “Di hitam matamu kembang mawar dan
melati (melati menggambarkan tentang kesucian) ; Kau depanku bertudung sutra
senja (sutra menggambarkan keitimewaan sang pasangan) ; Bersandar pada tari
warna pelangi (pelangi disini menggambarkan keceriaan).
Sama seperti Balada Ibu Yang Dibunuh Sajak Putih menggunakan
beragam pencitraan, antara lain pencitraan penciuman yang ditunjukkan pada
larik “Harum rambutmu mengalun bergelut senda”, pencitraan perasaan yang
ditunjukkan larik “Antara kita Mati datang tidak membelah”, dan pencitraan
visual seperti pada larik “Kau depanku bertudung sutra senja ; Di hitam matamu
kembang mawar dan melati”.
Puisi Sajak Putih memiliki amanat, Setialah pada satu
pasangan sampai mati.
Walau bagaimanapun, kedua puisi tersebut memiliki makana
yang sangat mendalam meski ditemukan perbedaan-perbedaan di dalamnya.
Karya-karya W.S. Rendra dan Chairil Anwar akan tetap memukau para pembacanya.
Senin, 09 Mei 2016
Manusia dan Cinta Kasih
Pengertian Cinta Kasih
Setiap manusia di muka bumi pasti pernah merasakan cinta. Cinta datang dengan bentuk yang berbeda-beda, entah itu cinta kepada keluarganya bahkan kepada lawan jenis. Tak hanya manusia, mahluk lain pun dapat merasakan cinta.
Langganan:
Postingan (Atom)




